Email:
cs@indonoot.com
Keranjang Belanja 0

Rick dan nootropic

Mungkin ada sedikit tanya soal kaitan biohacking dan obat-obatan nootropic. Aku coba menjawab dengan ulasan tentang "The second smartest man in the world", Mr. Rick Rosner. Here we come!

Dia bukan Kim Peek, the real rain man, my idol. Rick, seorang penulis komedi, mengaku pernah bekerja sebagai pramusaji, stripper dan model bugil. Namanya masuk daftar World Genius Directory, di peringkat nomor dua. Ia punya IQ 192. Rata-rata manusia berada di posisi angka 100.

Gaya hidupnya janggal. Tiap pagi, sebelum melakukan aktifitas, ia mengkonsumsi 50 butir pil obat-obatan. Variasinya mengagumkan. Fungsinya untuk mendorong kinerja otak dan membuat his brain stays younger. Obat-obatan nootropic itu, "makes my brain work better," tutur Rosner.

Setiap hari, ia mensabotase badannya dengan mengkonsumsi kapsul omega-3 fish oil sampai Astragalus. Ini pil-pil yang dikonsumsi Rick: Omega-3 fish oil, aspirin, Metformin, Metoprolol, Glisodin, Avodart, Astragalus, Fiber gummies, Fat blockers, Penurun kolesterol, Curcumin, ToCoQ10,
L-carnosine, ALA & acetyl L-carnitine, Vitamin D3, Vitamin C, Vitamin E mengandung selenium dan Gamma E, Lycopene, TMG (trimethylglycene), Calcium, Benfotamine, N-acetyl cysteine,
Mangosteen/pomegranate/noni complex, Vitamin K, Horse chestnut, Quercetin & bromelain,
Kopi, Phosphatidylserine, DMAE, Aminoguanidine, Centrophenoxine, Cognitex, Vinpocetine (jarang), Methylene blue.

Konsumsi pil nootropic seperti ini merupakan contoh perilaku biohacking. Efeknya, Rick mampu menyelesaikan test IQ dengan poin 192. "We are what we eat", kata filsuf Feuerbach. Pagi ini, aku mengkonsumsi racetam, cholin, kopi dan vitamin C dosis tinggi.

Logika di balik penggunaan nootropic adalah bila kualitas otot fisik bisa ditingkatkan dengan suplemen dan olahraga, maka otak pun bisa diperlakukan secara sama. Nootropic merupakan salah satu solusi termudah. Fokus Nootropic berkutat di seputar neuro science. Biohacker tidak ragu-ragu mensabotase otaknya sendiri untuk meningkatkan fokus, memiliki tunnel vision dan memperkuat konsentrasi. Para "pekerja otak" di Sillicon Valley antusias bereksprimen dengan nootropic. Menurut mereka, kinerja & kreatifitas mereka semakin meningkat dengan bantuan suplemen nootropic.

*****

Nootropic, sering disederhanakan dengan istilah "smart drugs", menyita perhatian publik setelah Hollywood merilis film "Limitless". Popularitas nootropic naik setelah CNN menayangkan reportase profile seorang milioner yang menggelontorkan dana $300.000 untuk riset obat ini. Milioner itu bernama Lucy. Ia menggunakan badannya sendiri sebagai objek riset.

Istilah "nootropics" diciptakan Dr. Corneliu E. Giurgea, tahun 1972. Istilah ini dipakai untuk mengidentifikasi obat, suplemen, nutrisi atau zat tertentu yang diklaim mampu memperkuat kinerja mental seperti meningkatkan kecerdasan, mendorong motivasi, mempertahankan mood positif atau memperkuat pikiran, ingatan, kesadaran dan syaraf.

Nootropic dibedakan ke dalam 7 kategori: Nootropic Alami, Racetam, Choline, Ampakines, Derivatif Vitamin B, Peptides dan "Smart Drugs".

Tidak ada pil ajaib yang mampu membuat seseorang menjadi lebih cerdas. Namun para pengguna "smart drugs" mengklaim bahwa banyak jenis suplemen nootropic memiliki pengaruh positif terhadap kemampuan belajar, memahami dan berhitung.

Uniknya, industri suplemen otak ini berkembang di area computer science seperti Silicon Valley. Seorang sarjana komputer, Geoffrey Woo mendirikan sebuah perusahaan bernama Nootrobox yang memproduksi "smart drug" dengan merk RISE.

Tidak ada standarisasi komposisi zat di antara begitu banyak merk "smart drug". Contohnya, di setiap 30 pil RISE terkandung 350 mg bubuk bacopa monnieri, 100 mg L-theanine (sejenis asam amino yang banyak ditemukan di daun teh hijau), dan 50 mg kafein (setara dengan sekaleng Diet Coke).

Rene Descarte berkata, "I think therefore I am" atau Cogito ergo sum. Siapa kita ditentukan oleh pikiran. Kualitas pikiran tergantung kesehatan otak. Ketiga bagian otak: celebral cortex, otak kecil dan limbic system bisa dimanipulasi menjadi lebih baik. Semakin baik kualitas berpikir itu, artinya semakin baik pula kualitas diri kita. Nootropic adalah salah satu solusi.

THE END



Older Post Newer Post


Leave a comment